Senin, 24 Desember 2018

Polisi Cari Jaringan Lain Teroris di Sulsel

Anggota Tim Densus 88 Antiteror tengah menangkap terduga teroris. (Ilustrasi)
  • Anggota Tim Densus 88 Antiteror tengah menangkap terduga teroris. (Ilustrasi)



ID PRO: Tiga orang terduga teroris yang diamankan dua pekan lalu di Kota Makassar, kini ditetapkan sebagai tersangka. Dua tersangka itu masing-masing berinisial AA dan IA yang diamankan oleh Densus 88 Antiteror Polri. Identitas satu tersangka lainnya masih belum dirilis.


Meskipun sudah ditetapkan sebagai tersangka teroris, ketiganya belum dibawa ke Mabes Polri. Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani membenarkan jika ketiga tersangka masih di Makassar.

"Sudah sebagai tersangka teroris, tapi masih ada di Polda Sulsel," ucapnya kepada VIVA, Senin, 24 Desember 2018.


Dijelaskan dia, ketiganya masih ditahan dan diperiksa di Polda Sulsel guna pengembangan pencarian jaringan teroris lainnya.

Diketahui, Jumat, 14 Desember lalu, tim Densus 88 membekuk dua orang tersangka teroris. Tersangka teroris itu ditangkap di lokasi terpisah. AA lebih dahulu diamankan sekitar pukul 11.20 Wita di Perumahan Yayasan Gubernur, Jalan Paccerakang, Kota Makassar.


Densus 88 Antiteror Polri kemudian melakukan penangkapan terhadap terduga jaringan teroris IA di Bumi Tamalanrea Permai (BTP), Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, sekitar pukul 11.40 Wita.



BACA JUGA: Bassist Seventeen Meninggal Dunia Saat Tsunami Anyer


AA dan IA diduga merupakan kelompok jaringan teroris Risal Abu Khanza, Ade Supriadi, dan Munawir yang ditangkap Agustus 2018 di Kota Makassar. Sementara satu tersangka lainnya ditangkap pada Senin, 17 Desember lalu.

KLIK DISINI UNTUK SELANJUTNYA

Minggu, 23 Desember 2018

Bassist Seventeen Meninggal Dunia Saat Tsunami Anyer

image_title
  • Grup Band Seventeen
ID PRO: Bani, bassist Seventeen tak ditemukan saat gelombang yang menerjang Anyer tadi malam pukul 21.00. Lewat akun instagram Ifan, sang vokalis meminta doa karena rekannya telah meninggal dunia dan meminta keikhlasan serta doa.

Tak hanya Bani, road manager Seventeen, Oki juga bernasib sama. Namun personel Seventeen lainnya belum ditemukan termasuk Dylan, istri Ifan.

"Minta doanya agar istri saya @dylan_sahara , trus mas @hermanseventeen @andiseventeen, sama @uje17_rukmanarustam cpet ktmu dalam keadaan sehat walafiat. Minta ikhlas nya buat org2 tersayang mas @baniseventeen dan mas @oki_wijaya," tulis dia.

Ifan menangis dalam video tersebut. Dia mengenakan kemeja berwarna hijau army bertulisan All Access.


BACA JUGA: Selamat dari Tsunami Anyer, Ifan Seventeen: Kaki di Atas Pala di Bawah


Seventeen memang mengisi acara sebagai bintang tamu dalam rangkaian employee gathering PLN UIT JBB di Tanjung Lesung Beach Resort tadi malam. Ade Jigo eks personel Teamlo yang menjadi pembawa acara berhasil selamat dari terjangan gelombang tinggi tersebut.

KLIK DISINI UNTUK SELANJUTNYA

Selamat dari Tsunami Anyer, Ifan Seventeen: Kaki di Atas Pala di Bawah

image_title
  • Band Seventeen
ID PRO: Bencana gelombang tinggi dan tsunami yang menerjang Anyer, Pandeglang, tadi malam meninggalkan kisah pedih bagi grup band Seventeen. Kejadian menyeramkan itu terjadi tepat ketika mereka tengah tampil mengisi sebuah acara di Tanjung Lesung.

Vokalis Seventeen dalam wawancara di tvOne mengungkap, panggung tempatnya bernyanyi tiba-tiba terbalik.

"Air lumpur naik, kaki di atas, besi, kayu di mana-mana," ungkap Ifan, Minggu, 23 Desember 2018.

Ifan juga mengatakan kalau masih banyak korban yang saat itu berada di acara yang sama belum ditemukan. Peserta yang tergabung dalam acada gathering PLN itu diperkirakan berjumlah 260 orang.
Terjangan ombak juga membuat tembok terbelah sehingga banyak peserta, EO, hingga warga terseret air.


BACA JUGA: Peringatan Tsunami Susulan di Banten, BNPB: Kemungkinan Sirene Rusak


Kejadian itu benar-benar tak terduga. Ifan menceritakan jika sebelumnya air sangat tenang, ombak juga tidak besar. Tak ada gempa yang biasa menjadi penanda tsunami, hanya saja Ifan sempat melihat ada bara dari anak Gunung Krakatau. Saat gelombang menerjang, beberapa area yang tertutup tenda roboh.

KLIK DISINI UNTUK SELANJUTNYA

Aa Jimmy Jadi Korban Meninggal Tsunami Anyer

Aa Jimmy (Heriyanto, kanan) saat umrah
  • Aa Jimmy (Heriyanto, kanan) saat umrah
ID PRO: Bencana gelombang tinggi dan tsunami yang menerjang Anyer, Pandeglang, tadi malam meninggalkan kisah pedih bagi grup band Seventeen. Kejadian menyeramkan itu terjadi tepat ketika mereka tengah tampil mengisi sebuah acara di Tanjung Lesung.

Tak hanya personel Seventeen yang jadi korban, salah satu personel grup Stand Up Comedy Teamlo jadi korban.

Vokalis Seventeen dalam wawancara di tvOne mengungkap, panggung tempatnya bernyanyi tiba-tiba terbalik di lagu kedua,  Aa Jimmy yang isi acara kedua meninggal dunia.

"AA Jimmy yang isi acara kedua meninggal yang terlempar ke daratan selamat. Air lumpur naik, kaki di atas, besi, kayu di mana-mana," ungkap Ifan, Minggu, 23 Desember 2018.

Ifan juga mengatakan kalau masih banyak korban yang saat itu berada di acara yang sama belum ditemukan. Peserta yang tergabung dalam acada gathering PLN itu diperkirakan berjumlah 260 orang.


BACA JUGA: Peringatan Tsunami Susulan di Banten, BNPB: Kemungkinan Sirene Rusak


Terjangan ombak juga membuat tembok terbelah sehingga banyak peserta, EO, hingga warga terseret air.

KLIK DISINI UTNUK SELANJUTNYA

Peringatan Tsunami Susulan di Banten, BNPB: Kemungkinan Sirene Rusak

image_title
  • Suasana pasca tsunami di kawasan Banten
ID PRO: Warga Pandeglang sempat panik dan mencari daerah yang lebih tinggi karena ada kabar tsunami susulan yang akan terjadi menyusul bunyi sirene peringatan. Kepanikan warga untuk mengungsi ke tempat yang lebih tinggi sempat viral di media sosial.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan pihaknya sudah berkomunikasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan BPBD Kabupaten Pandeglang.

Sutopo menegaskan dari komunikasi dengan BMKG dan BPBD Pandeglang tak ada tsunami susulan. Bunyi sirene karena diduga masalah kerusakan teknis yang menyebabkan sirene bunyi.

"Kemungkinan sirene itu rusak akibat terjangan gelombang tsunami yang terjadi Sabtu malam 22 Desember 2018 atau karena faktor lainnya," ujar Sutopo di Kantor BPBD DIY, Minggu 23 Desember 2018.

Menurutnya, sirene tersebut milik dari BPNB yang digunakan BPBD Pandeglang yang terpasang di Teluk Labuhan dan Kecamatan Labuhan, Pandeglang. "Itu sirene milik kita yang kita pinjamkan ke BPBD Pandeglang," ujarnya.


BACA JUGA: Waspada Gelombang Tinggi dalam Tiga Hari ke Depan


Kemudian, Sutopo mengatakan masyarakat di sekitar Pantai Barat Banten juga harus meningkatkan kewaspadaan karena potensi tsunami susulan masih bisa terjadi.

"Untuk saat ini kita imbau masyarakat jauhi pantai," ucapnya.

KLIK DISINI UNTUK YANG LAIN NYA

Waspada Gelombang Tinggi dalam Tiga Hari ke Depan

Ilustrasi
  • Ilustrasi
ID PRO: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini yang berlaku untuk tiga hari ke depan sejak Minggu, 23 Desember 2018. Peringatan dini ini terkait gelombang tinggi dalam tiga hari ke depan pada pukul 07.00 WIB.

"Terdapat pola tekanan rendah 1006 hPa di Samudera Pasifik utara Halmahera. Pola angin umumnya bergerak dari barat-barat laut pada wilayah Indonesia bagian utara," demikian peringatan dini yang dikutip dalam keterangan resmi BMKG, Minggu, 23 Desember 2018.

Dalam peringatan itu, angin di wilayah Indonesia bagian utara dengan kecepatan angin berkisar antara 5-20 knot. Sementara, di bagian selatan Indonesia angin bergerak dari barat daya-barat laut dengan kecepatan angin berkisar antara 5-25 knot.

Ditambahkan pula kecepatan angin tertinggi dilaporkan berpotensi di Laut Jawa bagian barat, Laut Sulawesi, Perairan Utara Halmahera, hingga Papua.

"Kondisi ini mengakibatkan peningkatan dini tinggi gelombang di wilayah-wilayah tersebut," demikian tambahan keterangan tersebut.

Masyarakat yang ingin melakukan pelayaran dalam waktu tiga hari ke depan diminta waspada. Faktor keselamatan pelayaran harus menjadi perhatian. Tak hanya itu, masyarakat yang melakukan aktivitas di pesisir barat Sumatera, selatan Jawa, Bali, NTB, dan NTT diperingati agar waspada terhadap potensi gelombang tinggi.


BACA JUGA: Mengenal Andyra, Peracik Jamu Ayu Asal Wonogiri


Adapun dalam peringatan BMKG soal potensi gelombang tinggi 1,25 sampai 2,5 meter terjadi di sejumlah wilayah. Peringatan itu berlaku di perairan utara Sabang, perairan barat Aceh, pervairan barat Lampung, perairan selatan Flores, Laut Sulawesi, Laut Halmahera, hingga Laut Maluku bagian Utara.

KLIK DISINI UNTUK SELANJUTNYA

Sabtu, 22 Desember 2018

Mengenal Andyra, Peracik Jamu Ayu Asal Wonogiri

image_title
  • Andyra Betanama, gadis cantik dalam ajang pemilihan Ratu Ramu Gendong.
ID PRO: Andyra Betanama, namanya. Gadis berparas cantik itu menyita perhatian saat tampil dalam ajang pemilihan Ratu Ramu Gendong dan Jamu Gendong 2018 di Kota Semarang. Di usianya yang masih 22 tahun, perempuan asal Wonogiri itu terampil dalam meracik jamu.

Andyra, sapaan akrabnya, masuk menjadi finalis Ratu Jamu Gendong Nasional mewakili Karesidenan Solo. Gadis kelahiran Wonogiri, 19 Maret 1996 itu bersaing dengan ratusan peserta lain dari berbagai provinsi di Indonesia. Sebelumnya, ia mengikuti serangkaian audisi yang digelar oleh perusahaan Jamu Jago.

"Saya ikut ajang ini untuk menambah pengalaman karena saya suka industri jamu sejak kecil," kata Andyra kepada VIVA, di sela pemilihan Ratu Ramu Gendong dan Jamu Gendong 2018, di Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu, 22 Desember 2018.

Terpilihnya Andyra sebagai finalis Ratu Jamu Gendong bukan tanpa alasan. Gadis yang pernah menimba ilmu di jurusan farmasi Akafarma Sunan Giri Ponorogo itu telah menekuni jamu sejak masih kecil. Itu tak lepas dari kiprah orangtua yakni Satriana (40 tahun) dan almarhum Sigit Ratminto (50 tahun) yang sejak lama berjualan jamu.

Saban hari, warga kelurahan Purwontoro itu berjualan jamu. Beberapa tahun terakhir, Andyra membuka lapak jamu di Jalan Bulukerto, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Tak heran kalau perempuan yang mengaku masih menjomblo itu sangat mahir meracik berbagai ramuan jamu tradisional.

"Karena sejak awal keluarga menanamkan kepada saya untuk mandiri. Jualan jamu ya harus pintar meracik. Alhamdulillah pelanggannya sudah banyak, " ujar Andyra.

Pahit manis hingga liku-liku berjualan jamu secara mandiri sudah banyak dirasakan Andyra. Di usia yang relatif masih sangat muda, ia kerap menemui pelanggan dengan berbagai karakter dan profesi. Mulai dari para sopir truk lintas kota, pedagang pasar hingga petani.

"Sopir-sopir truk itu pelanggan kios saya. Seringnya mereka minta jamu penambah vitalitas. Karena saya masih muda dan belum menikah, kerap digodai gitu saat saya meracik jamunya, " katanya.


BACA JUGA: Jasad Jumlan, Korban Ledakan SBPU Terapung Akhirnya Ditemukan


Segudang Cita-cita

Dari kecintaannya berjualan jamu, Adyra masih memiliki segudang cita-cita. Ke depan, ia ingin memperdalam ilmu farmasi dengan melanjutkan kuliah tingkat Sarjana (S1). Satu tujuannya, lebih memperdalam ilmu obat-obatan agar memberi manfaat bagi masyarakat.

KLIK DISINI UNTUK SELANJUTNYA

Jasad Jumlan, Korban Ledakan SBPU Terapung Akhirnya Ditemukan

image_title
  • Kantung jenazah. (Ilustrasi)
ID PRO: Setelah beberapa hari dilakukan pencarian, akhirnya korban terbakarnya SPBU Terapung di Perairan Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan, ditemukan tim pencari gabungan.

Pada Sabtu, 22 Desember 2018, tim gabungan yang terdiri dari personel Basarnas, TNI AL dan Polair, menemukan korban yang terapung dalam keadaan meninggal dunia.

Korban yang ditemukan adalah Jumlan (30). Dia ditemukan pada pukul 14.40 Wib, sekitar 1,5 kilometer dari tempat kejadian yang terbakar pada Kamis sore, 20 Desember 2018 lalu.

"Sempat ada kesulitan saat evakuasi korban. Karena kondisi korban sudah mulai membengkak dan menambah berat butuh korban," kata Kepala Basarnas Sumsel, Berty DJ Kowas, Sabtu, 22 Desember 2018.


BACA JUGA: Terjadi Puncak Kepadatan di Merak, Hindari Masuk Malam Hari


Namun akhirnya, korban berhasil dievakuasi dan jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang. Dijelaskan Berty, pencarian hari ini fokus sejauh 1,5 kilometer, tepatnya di Perairan Sungai Musi 14 Ulu.

KLIK DISINI UNTUK SELANJUTNYA

Terjadi Puncak Kepadatan di Merak, Hindari Masuk Malam Hari

image_title
  • Antrean kendaraan di Pelabuhan Merak, Banten
ID PRO: Peningkatan jumlah penumpang di Pelabuhan Merak Banten telah terjadi sejak Jumat kemarin, seiring telah memasuki masa libur Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.

Sabtu malam, 22 Desember 2018, Pelabuhan Merak diperkirakan masih dipadati masyarakat yang akan menyeberang ke Lampung.

Diprediksi akan ada 865.771 orang yang akan menyeberang. Jumlah ini naik sekitar 5 persen dibandingkan realisasi yang sama tahun lalu sebanyak 824.544 orang. Puncak arus mudik libur Natal diperkirakan terjadi malam ini.

Dari pendataan, ada sebanyak 135.287 unit kendaraan roda empat yang telah masuk Merak sejak sore tadi. Jumlah ini juga naik dari tahun lalu sebanyak 128.845 unit. Sementara roda dua mencapai 33.998 unit atau naik 5 persen dibandingkan realisasi tahun lalu sebanyak 32.379 unit sepeda motor.

"Puncak arus berangkat Natal diperkirakan jatuh pada akhir pekan, Sabtu dan Minggu (22-23 Desember) dan jelang Tahun Baru, pada Sabtu-Minggu (29-30 Desember). Diprediksi, pada puncak arus tersebut akan terjadi lonjakan penumpang dan kendaraan," ujar Dirut PT ASDP Ferry Indonesia Cabang Merak, Ira Puspadewi, Sabtu malam, 22 Desember 2018.

Sementara untuk bongkar muat penumpang dan kendaraan, dari biasanya hanya satu jam, diperpendek menjadi 45 menit. Sedangkan lama berlayarnya maksimal dua jam.

"(Kami) pengoperasian kapal ukuran besar saat peak hour, dan menyiapkan tempat istirahat di pelabuhan, jika penumpang harus menunggu lebih lama sebelum melanjutkan perjalanan," kata Ira.

Meski begitu, penumpang diimbau untuk tidak menyeberang di malam hari, guna menghindari penumpukan penumpang pejalan kaki dan kendaraan di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten.


BACA JUGA: Tak Diawali Gempa, BMKG Pastikan Tak Ada Tsunami di Anyer


Jika terjadi penumpukan kendaraan di dalam Pelabuhan Merak, maka Jalan Cikuasa Atas akan dijadikan kantung parkir.

"Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jasa, agar tidak menyeberang pada malam hari. Hal ini agar dapat terhindar dari potensi kepadatan arus penumpang maupun kendaraan," lanjut Ira.

KLIK DISINI UNTUK SELANJUTNYA

Tak Diawali Gempa, BMKG Pastikan Tak Ada Tsunami di Anyer

Cuaca buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi. Foto ilustrasi.
  • Cuaca buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi. Foto ilustrasi.
ID PRO: Badan Meteorologi dan Klimatologi (BMKG) Serang membantah tegas telah terjadi tsunami di kawasan Pantai Anyer, Banten, pada Sabtu malam, 22 Desember 2018.

Berdasarkan keterangan Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG klas 1 Serang, Tarjono, apa yang terjadi malam ini adalah fenomena alam biasa.

"Karena bulan purnama, jadi air permukaan laut naik dan disertai angin kencang atau bisa dibilang rob," katanya.

Menurut Tarjono, kepastian bahwa yang terjadi saat ini bukan tsunami karena tidak terjadi gempa.

Isu yang beredar telah terjadi tsunami memang membuat panik warga Anyer, Carita hingga Labuan, Banten. Namun BMKG menegaskan kalau itu hanyalah gelombang tinggi.

Informasi tsunami cepat beredar karena gelombang menerpa sejumlah hotel yang berada di dekat pantai. Bahkan menurut informasi, air laut bahkan sampai masuk ke kawasan hotel.

Terkait dengan isu ini, BMKG berharap masyarakat tidak mudah percaya akan isu yang tidak bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya. BMKG meminta warga selalu mengecek kebenaran informasi melalui website resmi BMKG yang selalu diperbaharui.


BACA JUGA: Heboh Foto Longsor di Puncak Sore Ini, BNPB Tegaskan Hoax


Dari pesan yang dikirim BMKG, dipastikan bahwa BMKG tidak mencatat adanya gempa yang menyebabkan tsunami pada malam ini di Banten. Yang terjadi di Anyer dan sekitarnya adalah gelombang air laut pasang. Terlebih ada fenomena bulan purnama yang menyebabkan air laut pasang tinggi.

KLIK DISINI UNTUK SELANJUTNYA