- Ilustrasi jual rumah
Pakar perkotaan dari Jakarta Property Institute (JPI) Dr. Mulya Amri mengatakan saking mahalnya hunian, selama lebih dari 15 tahun warga Jakarta sudah tidak lagi mampu membeli rumah di Jakarta. Mereka terpaksa tinggal di Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.
Hal tersebut juga membuat lebih dari separuh penduduk Jabodetabek menghabiskan waktu 60 menit untuk menuju kantor. Bahkan, 14 persen menempuh waktu lebih dari 2 jam. Waktu tempuh yang panjang ini menyebabkan efek domino yang merugikan,seperti polusi, stres, dan kurangnya waktu untuk keluarga.
Lalu mengapa harga hunian di Jakarta bisa begitu mahal? Menurut Mulya, ada beberapa faktor yang menyebabkan hunian di Jakarta tidak terjangkau.
BACA JUGA: Pemerintah Jepang Bagi-bagi Rumah 'Berhantu' Gratis
"Terbatasnya lahan dan rendahnya luas lantai yang boleh dibangun menjadi faktor kunci kurangnya hunian di Jakarta, sehingga harga hunian di ibu kota melambung tinggi bagi seluruh strata ekonomi,” ungkap Mulya dalam siaran pers yang diterima VIVA, Sabtu, 15 Desember 2018.
KLIK DISINI UNTUK SELANJUTNYA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar